Kamis, 06 September 2012

Surat Dariku, Untuk Hati.

Hei, apa kabar, Hati?
Masih terasa sakit seperti dulu?
Wajar, dia datang lagi, bukan?
Mantanmu. Ya, dia yang memakai kemeja biru itu.

Seingatku, dia yang pernah memberimu seikat bunga harapan,
tapi mencabutnya sampai ke akar.
Kau masih mengharapkannya?
Ayolah, pakai logikamu!

Dia mantanmu, bukan?
Yang pernah membalut luka lamamu,
tapi membanjurnya lagi dengan cuka keegoisan.

Hei, apa itu di pipimu? Airmata kah?
Bah! Simpan saja, untuk menonton drama Korea siang nanti.

Dia itu mantanmu, bukan?
Yang membelai lembut cintamu, tapi kemudian menyayatnya lagi dengan silet kemunafikan.
Cih! Bahkan dia tidak pantas untuk sepotong senyummu.

Hei, Hati. Apa kau masih mendengarkan aku?
Lain kali, jika ingin jatuh lagi, ajaklah aku.
Supaya aku bisa menarikmu bangun,
dan meninju wajahmu ketika kau mulai mabuk lagi.


Dari Aku, otak yang tak pernah kau ajak bermain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar