Kamis, 05 Maret 2015

What Happen to Blogspot?

Salam, Guys. This is a very long time since i didn't post anything to this blog. Troubles are everywhere. The editor was so annoying that I couldn't edit almost everything. The bullet was suck, they couldn't appear and it makes the display wasn't cute at all, rather awkward. I don't know the problem exactly comes from, whether it comes from my blog or my internet connection. But I think my connection was fine, I could download everything, search everything fine, but not for blogger -_- I've prepared Tumblr, and I think about move to Tumblr. I'll inform you my Tumblr later. Thanks :)

Sabtu, 31 Januari 2015

Surat Cinta Hari Kedua - Surat Cinta Terlambat Untuk Tuhanku

Hello God, happy new year. First of all I'd like to say thank you God for every gift given by You in that whole previous year. You gave me many kinds of gift, that two early and latest gifts were so great, I couldn't imagine that You've set those nice plans for me. It was like I take a space from You, but You never pull me back. You hold me by those plans that I've never thought before. Thank you. I'm so sorry for being rude, reckless and stupid this year. I was mad at You for so many times, hate and sad in a time. I did, I did forget You *sorry to say* a moment just because I was busy with all of my silly business. You never worry about that, You know I will remember You again, You know I can hardly far from You. God, would You mind if I ask something? I want this year to be a better year than before. I want to make my family proud of who I am. I want to pass the rest of my study greatly. I want to have a better job, so I can make more money to spend *wisely I mean hehe*. May healthy and joy be with me, my family and all people that I love. Oh ya, one more, I want to love and to be loved by someone that You pick him up for me. Someone who always try not to make me mad at him, someone who always try his very best to stick up with me, someone who never give up on our love, someone who never make me worry whether he will phone me or not, whether he will pick me up for dates or not, because he will. He won't let me waiting for him for so long. Someone who really gives his heart and make mine his home. Hhmm God, is it too long? I hope I don't ask too much. Thank you for listening me as always and aamiin for every single pray. Regards, Me, one of Yours

Jumat, 30 Januari 2015

Surat Cinta Hari Pertama - Selamat Pagi, Kamu.

Selamat pagi, Kamu. Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak kah? Aku tahu pasti kamu tidur larut lagi. Semalam itu malam jumat, bukan? Kamu yang biasanya ikut pengajian, baru akan sampai rumah pukul sebelas. Tidak langsung tidur melainkan bermain PS dengan temanmu. Tidak pernah merasa lelah padahal kau capek dengan pekerjaanmu.

Selamat pagi, Kamu. Aku yakin kamu sudah bangun, sudah shalat Subuh, sudah sarapan dan sudah siap berangkat bekerja bukan? Aku masih hapal kebiasaanmu. Kamu selalu bangun tepat pukul 4 pagi, bersiap-siap dan langsung berangkat bekerja tepat pukul 5 pagi. Hebat, ya? Hebat untuk kebiasaanmu, dan juga untuk ingatanku.

Selamat pagi, Kamu. Saat ini aku baru bangun tidur. Tidak langsung sholat Subuh, tidak langsung sarapan, tidak juga bergegas mandi. Aku masih terbaring, mengecek handphone-ku kalau-kalau ada pesan darimu. Aku sangat siaga untuk langsung membalas ucapan selamat pagimu. Tidak seperti dahulu, aku selalu membiarkanmu menunggu balasan untuk waktu yang lama.

Selamat pagi, Kamu. Jarum jam dinding di kamarku sudah berada di angka 7.15. Sudah waktunya kamu masuk kerja, bukan? Aku pun sudah cantik, sudah mandi, sudah sarapan dan sudah stand-by dengan handphone di genggamanku. Kamu sudah ada di kantor, sedang bersiap-siap untuk mulai bekerja, memegang handphone di genggamanmu. Mengabari entah siapa. Yang jelas bukan aku. Custom ringtoneku tidak berbunyi seperti yang kumau.


P.S: That's what my day pass. I don't think I could do this everyday.

Kamis, 08 Januari 2015

Selamat Hari Jadi, Kamu.

                Teruntuk kamu, lelaki berkaos hitam yang muncul di salah satu daftar teman yang online di home Facebookku. Apa kabar, kamu? Rasanya sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu di balkon Mall kesukaan kita. Ya, tiga bulan yang lalu. Bagaimana hari-harimu? Masih sibuk seperti dahulu? Semoga sesibuk apapun kamu, kamu masih sempat untuk sekedar melihat-lihat dinding Facebookku, mengecek apakah kabarku sebaik kabarmu saat ini.

                Hei kamu si penikmat Mizone, tahukah kamu bahwa malam tadi aku sangat sulit untuk tidur? Otakku terus berputar, memikirkan apakah kamu disana melakukan hal yang sama denganku. Sama-sama memutar ulang kenangan-kenangan kita, sama-sama menghitung kemungkinan-kemungkinan baik yang terjadi bila saat ini kita masih bersama, atau sama-sama meratapi penyesalan-penyesalan akibat perpisahan kita.  Apakah kamu juga seperti itu, Sayangku? Mungkin saja tidak ya?

                Kamu, yang sering kali tertidur di ruang tamu rumah orang tuaku, percayakah kamu bahwa sampai saat ini, di setiap sudut ruangan yang pernah kaulewati, masih sangat jelas kulihat setiap rekam jejakmu. Bagaimana kamu yang dulu sering duduk di teras rumahku, melepas lelah di ruang keluargaku dan juga mengimami sholatku disana.


from tumblr.com


                Kamu, si pelupa yang dulu sering kali kuingatkan, tidakkah terlihat olehmu bahwa di kedua bola mataku masih sangat jelas ada sosok lelaki kekamu-kamu­an. Lelaki yang sangat persis seperti kamu; matanya, hidungnya, bibirnya, tubuhnya, namun entah hatinya. Lelaki yang pernah dengan caranya sendiri menemani hari-hari beratku, menghapus piluku, membuyarkan penatku atau sekedar melengkungkan senyumku. Menyiratkan bahwa semua akan baik-baik saja, dan terus baik-baik saja.

                Dan teruntuk kamu, lelaki yang genggamnya masih tertinggal di jemariku, aku rindu.





Dari Aku,
Perempuan yang pernah sangat dekat dengan Ibumu.


P.S: Selamat hari jadi, kesayanganku. Semoga berbahagia.

Selasa, 06 Januari 2015

Ajari Aku

Tolong ajari aku mencintaimu tanpa rasa sakit.
Tanpa rasa bosan, kesal ataupun benci.
Bisakah?


Tolong ajari aku merindukanmu tanpa nyeri.
Tanpa jeda, spasi ataupun akhir.
Bisakah?


Tolong ajari aku apa saja.
Apa saja!


Asalkan sama persis,
Seperti caramu mencintainya.
Juga sama persis,
Seperti caramu merindukannya.
Bisakah?

Minggu, 04 Januari 2015

Lost For Words


                We talk about our future like we had a clue. Never thought that one day I’ll be losing you.
                In another life, I would make you stay so I don’t have to say you were the one that got away

-Katy Perry, The One That Got Away

                Salah satu lagu galau punya Katy Perry yang itu akhir-akhir ini sering banget saya putar. Saya rewind dan jadi top list saya setiap mau tidur atau lagi iseng ga ada kerjaan. Jleb aja dengernya kan, ceritanya udah ketemu yang cocok banget, setipe, udah ngomongin masa depan ngga taunya mesti pisah hhuuuuuaaa L Sort of curhat sih, tapi memang iya, saya sedang merasakan hal yang persis ada di lirik lagu itu.

                I met him, si Mbep, in the middle of tears. Saya sedang perih-perihnya terluka karena Mister, juga karena kesalahan yang saya buat sendiri. Saya terlalu cepat kalah sehingga ketika saat Mister kembali, secepat itu saya luluh and say I do. Saya kembali mempercayakan semuanya, sampai akhirnya dia pergi *lagi*, and nothing left for me. Hanya dalam waktu dua minggu Mister kembali dan hati saya juga kembali porak poranda setelahnya. Dua hari sebelum tahun baru 2014 datang, saya mendapat surprise dari Allah tentang segala kejahatan Mister yang ternyata sudah ia lakukan tepat dua hari sejak kami kembali bersama. Yap, dua hari itu waktu yang sangat kilat, bukan? Awal tahun 2014 saya lewati dengan penuh air mata, and without any plan, Allah sent me him by so many accidents.

                After those tears, saya bangkit dan iseng tulis surat untuk Allah dan publish it on my facebook notes. Saya tulis semua permohonan maaf saya, harapan-harapan saya dengan detail sampai ke masalah cinta. Saya sebutkan tipe orang yang saya inginkan ada bersama saya, sifat-sifatnya dengan rinci and it was surprising ketika sesaat setelahnya Allah langsung mengabulkan, sama persis dengan tipe yang saya mau. Lengkap dengan sifatnya, mungkin hanya miss di masalah waktu saja. Saya berharap dia the one, tapi mungkin bukan. Dia pergi tepat disaat semua orang sedang mendoakan saya atas penambahan usia saya, secepat itu.  Dia, yang saya panggil Mbep itu, datang dengan membawa banyak harapan baru bersama dengan halangan yang rasanya sudah dipaketkan bersama dengan kebahagiaannya.

                Si Mbep yang dengan amat telaten membersihkan luka saya. Saya sempat tidak menghiraukan dia karena terlalu banyak ketidak mungkinan di antara kita. Banyak perbedaan dan cobaan yang mesti saya lewati untuk bisa bersama-sama. Tapi mungkin dengan kuasa Allah, saya benar-benar percaya kuasa ini sampai akhirnya satu persatu bisa kita lewati dengan sangat baik. Senang rasanya, pada saat itu, memiliki seseorang yang stand by di samping kita untuk menggenggam tangan kita, dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


                Tapi sungguh Allah menjanjikan kemudahan setelah kesulitan. Allah menjanjikan kesulitan datang bersama dengan kemudahan. Dan di antara kesulitan-kesulitan yang saya hadapi bersama dengan Mbep, dia benar sungguh datang dengan berbagai macam kemudahan. Orang tuanya dengan sangat baik menerima saya, menyambut dan mengakrabkan diri dengan saya. Orang tua saya pun tidak berbeda, menerima dan memperlakukan Mbep dengan sangat baik layaknya anak sendiri, tidak lupa menyertakan Mbep di acara keluarga kami yang disambut hangat oleh anggota keluarga yang lain. Saya yang sebelumnya belum pernah memikirkan ke arah pernikahan lalu dibimbing Mbep untuk mulai mempertimbangkan segala kemungkinan kesana. Semua rasanya sudah direncanakan dengan baik dan waktu pun rasanya menyetujui. Semesta mendukung, saya perlahan mulai yakin atas segala usaha dan ikhtiar yang ditunjukkan Mbep untuk ke arah sana.

                Kemudahan-kemudahan lain datang satu persatu, namun layaknya pinjaman, ternyata semuanya harus segera dikembalikan. Allah sudah menetapkan tenggat waktu pengembalian Mbep, dan saya harus mematuhinya. Saya harus merelakan dia yang pergi dengan membawa semua rencana-rencana kami. Saya diwajibkan untuk mengikhlaskan semuanya, dan kembali menunggu janji Allah selanjutnya untuk mempertemukan saya dengan ‘the one’ saya yang nanti entah siapa.

                Sampai saat ini, tepat tujuh bulan setelah kami tidak lagi bersama, saya perlahan mulai bisa melepaskan satu persatu bayangan Mbep. Saya mulai menata diri, memang butuh waktu yang lama sampai saya sesiap ini but that’s fine. Saya terbiasa untuk progress yang lama ketika sudah berhubungan dengan cinta. Saya mulai awal tahun 2015 dengan mendoakan segala hal baik untuk Mbep dan keluarganya. Saya masih berhubungan baik dengan ibunya, sesekali menanyakan kabar dan berakhir menangis di pojok kamar karena rasa sakit yang masih sama seperti dulu. but that’s really fine, that’s the process and I’m okay with that. All I need is time to heal anything. Saya percaya Allah akan menggantikan Mbep dengan yang jauh lebih baik, saya hanya perlu mempersiapkan diri untuk menyambut ‘the one’ saya nanti yang entah kapan.

With you, I feel different. Not like the others, you wrote the cutest and sweetest ones.
You were close with my dad, talked everything with my mum and had a same taste of humor like my sister.
When you’re gone, I feel different. Not like the others, I wrote so many sad lyrics.
But with you, I lost for words.


-El Abdullah

Mission L: Kutilang Wanna Be.

Mission L: Kutilang? Ini misi tentang burung? Ini posting pencarian burung atau apa?

                Tenang pemirsaaah, ini bukan tentang misi pencarian burung, pengkategorian burung, pemeliharaan burung, atau apalah itu namanya. Ini posting yang saya janjikan, tentang diet saya itu loh. Saya kasih nama mission L: Kutilang karena ini misi saya tentang usaha menjadi gadis kutilang a.k.a kurus tinggi langsing hahaha *pemberian nama yang amat sangat garing* *oke maafin Hayati ya bang*

                Menjadi gadis kutilang adalah impian semua wanita. Mengapa saya begitu yakin? Karena di televisi nasional, banyak iklan tentang pil penurun berat badan, peninggi badan dan obat-obat sejenis yang menarik perhatian wanita untuk membeli. Di toko online apalagi.  Dipasang testimoni yang aneh-aneh supaya orang lain percaya. Saya juga mau punya badan langsing, tapi maaf saya tidak tertipu dengan testimoni palsu anda, ki sana! Jadi, mari kita abaikan basa-basinya dan langsung ke misi saya untuk menjadi gadis kutilang.

                Misi ini dimulai tepat dua minggu setelah saya berulang tahun ke 21 di akhir Mei, jadi kurang lebih pertengahan Juni ya. Awalnya di sekitar bulan Maret atau April, saya lupa persisnya, saya bertemu lagi dengan salah satu teman SMA saya, sebut saja dia Mawar *terdengar seperti acara investigasi ya?* Sebenarnya, saya sering bertemu Mawar karena memang ini anak hobby banget nongkrong di teras rumah saya bersama satu teman lagi yaitu Melati *lama-lama ini posting berubah jadi kebun bunga*, tapi kali ini saya kaget. Setelah sekian anak ini absen nongkrong di teras rumah, dia datang bawa bencana yang mengancam berat badan saya. Dia kurus,men! Dari yang awalnya badannya ga jauh beda sama saya, walaupun tetap lebih besar saya sih. Saya masih 66 kilogram saat itu dan dia kurang lebih 61-62an lah dan dia datang dengan berat badan sekitar 55 kilograman. Spontan saya kaget dong! Kok dia bisa sampai sekurus itu. Dia menceritakan semuanya, dia makan apa, olahraga apa, pokoknya semuanya lah. Saat itu saya masih fine, cuma santai dengernya dan ngga terlalu niat mau diet karena waktu itu everything was really fine. Saya baik-baik saja, punya pacar yang menerima dengan apa adanya, yaitu si Mbep. Bahkan waktu saya tanyakan ke dia, “Mbep gimana kalo aku diet kaya Mawar? Kan enak punya badan langsing”, dia jawab dengan entengnya, “Mau ngapain sih diet? Kamu gendut pun aku tetep sayang. Lagian nanti kalo kamu diet, nanti siapa yang nemenin aku makan?” #eeeaaa siapa yang ngga meleleh sih dibilang kaya gitu sama pacar sendiri?


                But few months later, everything wasn’t fine at all. It’s worse. No, worst thing. We broke up on my birthday eve. Di tanggal 25 Mei, disaat saya sudah tersipu-sipu membayangkan besok akan diberi surprise oleh pacar yang paling saya sayangi, dibuatkan kue ulang tahun oleh ibunya pacar, ternyata kenyataannya berbalik 360 derajat. A week after, saya dengar dari salah satu sahabat saya, dia sudah punya pacar lagi, anak baru lulus SMA. Lebih PUTIH dari saya, lebih KURUS dari saya. Saya shock , saya galau. Pacarnya sahabat saya sempat bantu saya untuk getting better, dia saranin saya untuk perbanyak zikir dan sholat sunnah supaya hati saya jadi lebih baik. Yes it worked, hati saya perlahan getting better tapi tidak untuk lukanya. Saya tersakiti, saya ngga bisa lepas begitu saja. Saya obsesif untuk cari tau segala hal tentang pacar barunya si Mbep and end up with so many tears. Saya goyah dan hancur, sampai kemudian Allah menyelamatkan. Saya kembali bertemu Mawar, dan dia datang dengan berat badan yang jauh lebih bagus dari sebelumnya. Kali ini saya menanyakan dengan serius what I have to do to get that body. Mawar menceritakan detailnya, and I decided to do it. Why? Karena saya harus mencari pengalihan. Saya ngga bisa terus menerus terpuruk di keadaan sekarang. Saya harus berubah jadi lebih baik supaya hati saya perlahan sembuh, dan yang bisa saya mulai saat itu adalah diet. Saya harus mengalihkan semua tenaga saya untuk kepo kehidupan baru si Mbep dengan menjalani diet. And these are how I did it based on Mawar’ suggestion then saya kasih penyesuaian sesuai dengan kondisi kesehatan saya *note: saya punya maag yang cukup akut* :

ü  Pertama: Saya merubah asupan makan saya. Saya ganti nasi putih dengan nasi merah. Saya makan sayur-sayuran dan lauk pauk serba direbus atau dikukus. Saya menghindari minyak, so I say goodbye to gorengan.
ü  Menu saya sehari hari: tetap makan tiga kali sehari, dengan porsi nasi merah yang cuma sekitar 4-5 sendok makan. Tenang, porsi nasi merah akan menyesuaikan dengan sendirinya kok. Awalnya saya tetap makan nasi dengan porsi kuli, cuma lama kelamaan saya jadi kenyang hanya dengan makan 4-5 sendok nasi karena alamiahnya nasi merah memang teksturnya lebih mengenyangkan dibanding nasi putih kok, you just have to get used to its taste hehe.
ü  Lauknya biasa, ayam, daging, tempe, tahu, ikan bahkan rolade. Yang berbeda Cuma cara pengolahannya aja. Semua lauk saya rebus atau kukus, ayam direbus lalu dikukus, tempe, tahu dan rolade  dikukus, sayuran direbus sebentar. Paling berat Cuma ikan, dibakar tanpa garam dan minyak atau margarine.
ü  Saya juga olahraga. Sit up, latihan lengan dan skipping setiap hari. Ya setiap hari, tanpa libur. Minggu tetap lanjut.

Ini waktu 20 Mei 2014, awal saya mulai diet. Saya yang pakai kaos putih. 

                Dua minggu pertama, saya ambruk. Saya tidak bisa menahan godaan bakso telor dan semua makanan kesukaan saya. Saya tetap makan semua makanan berlemak itu karena tidak sanggup say goodbye. Badan saya sakit sesakit-sakitnya karena tidak terbiasa olahraga. Things get better di minggu ketiga, saya berhasil melepas semuanya. Saya makan dan olahraga dengan teratur. And according to Allah’s plan, tepat sebulan ketika saya menjalani diet, it came Ramadhan so I didn’t put so much effort in handling my diet karena sudah sewajibnya saya menahan nafsu makan, bukan? Saya tetap menjalani diet selama bulan puasa dan berhasil turun 6 kilogram, yeaaay!
                Saya berlebaran dengan berat badan 60 kilogram dan merasa jauh lebih enteng, physically and mentally than before.

Saya yang paling pinggir, pakai kaos putih. Bukan yang pegan kamera loh ya hehe itu masih 60 kg

                Tapi perjalanan diet saya tidak semulus itu. 11 Agustus, dua minggu setelah Hari Raya, saya harus tinggal di luar kota untuk program KKN dari kampus. Saya memutuskan untuk pending diet karena saya merasa tidak enak dengan teman-teman baru di KKN. Saya makan lagi dengan brutal dan gila-gilaan sampai akhir masa KKN di tanggal 27 September, dan hasilnya saya naik lagi 2 kilogram huhuhu L Saya pulang dengan berat badan 62 kilogram dan hati yang jauh lebih hancur dari sebelumnya. Finally, awal Oktober saya mulai lagi dengan menu diet yang sama tapi saya sudah upgrade. Dan ini perubahannya:

ü  Saya tetap makan nasi merah dan rebusan.
ü  Saya hapus nasi dari daftar sarapan saya. Pagi hari saya Cuma makan satu buah, contohnya satu buah mangga atau alpukat saja, atau sayuran saja, contohnya rebusan kol dan kacang panjang, atau satu buah mentimun saja. Siang dan malam saya tetap makan nasi dan rebusan.
ü  Saya upgrade olahraga saya, saya mulai start lari pagi di pertengahan November since I didn’t see any change from my body. Saya tambah latihan perut dari hanya sit up saja menjadi squat-squat lain yang saya ambil referensinya dari Pinterest.com


                Kabar baik datang di akhir November, berat badan saya menyentuh angka 59 kilogram. Bukan Cuma itu aja, bentuk badan saya juga berubah lebih langsing dari sebelumnya. Wajah juga lebih tirus, dan ukuran celana turun jadi 29 yeaaaaay

Ini foto waktu 28 Desember kemarin, seminggu setelah foto baru timbang ternyata udah 55 kilogram :)

                Sampai saya menulis postingan ini, berat badan saya sudah 55 kilogram dan masih ada 5 kilogram lagi untuk sampai di 50 kilogram. Itu artinya saya mesti berusaha lebih keras lagi jauh dari sebelumnya. Apalagi sekarang musim hujan kan? L But so far, I feel glad to fit in my sister’s clothes. Sekarang saya sudah bisa pakai kaos-kaos dan celana adik saya yang longgar longgar buat dia *note: adik saya berat badannya 48 kilogram*. Sejauh ini saya puas kok. Saya puas menikmati hasil yang saya usahakan sendiri, saya puas bisa pakai baju-baju kecil yang dulu saya idam-idamkan. Saya juga puas sudah bisa upload foto-foto perubahan badan saya ke social media dan dapat banyak pujian dari keluarga dan teman-teman *bukan maksud pamer kok J*. Dan itu jadi kebahagiaan tersendiri sih, setidaknya dalam hidup saya saya pernah dengan amat sangat memperjuangkan sesuatu dan berhasil.

                Mungkin ini jadi posting terpanjang sejauh ini ya? Hahaha Satu hal yang saya ambil dari obsesi baru saya bahwa semua perempuan gemuk pasti akan diet ketika mereka MERASA BUTUH. Bohong kalau kalian tidak merasa ingin langsing seperti model-model di TV, kalian deny karena kalian tidak tahan dengan sakitnya olahraga dan tersiksanya menahan lapar. But as soon after you NEED IT, YOU WILL DO IT. Kalian akan browsing how to do it and buy everything to make the progress faster. Tapi percaya deh, yang menentukan hasil diet kalian itu usaha kalian sendiri, tanpa pil bantuan ataupun susu penurun berat badan. Yang membuat kalian berhasil adalah pola makan sehat dan olahraga. Googling deh Tya Subiakto, dia butuh waktu lebih dari setahun untuk bisa selangsing itu, atau @chawrelia di twitter yang susah payah fitness demi mendapat berat badan ideal. Saya tidak bilang big isn’t beautiful loh ya, itu tergantung sudut pandang masing-masing. Yang berusaha saya lakukan saat ini adalah menjalani pola hidup sehat. Sebelum saya olah raga, target saya yaitu melangsingkan badan. Setelah saya berolahraga, saya jadi merasa bahwa ketika tubuh kita sehat, dia akan dengan sendirinya berubah ke bentuk badan yang ideal.

                So thanks for reading, semoga kalian mendapatkan nilai-nilai yang baik dari postingan saya. Kalau ada hal-hal buruk, biarlah itu jadi bagian sial saya dan bagian baik kalian untuk tidak mencontohnya ya ;) Sampai bertemu di 50 kilogram. Salam.



Dari El yang masih berperang dengan lemak-lemaknya sendiri.