Mission L: Kutilang? Ini
misi tentang burung? Ini posting pencarian burung atau apa?
Tenang
pemirsaaah, ini bukan tentang misi pencarian burung, pengkategorian burung,
pemeliharaan burung, atau apalah itu namanya. Ini posting yang saya janjikan,
tentang diet saya itu loh. Saya kasih nama mission L: Kutilang karena ini misi saya
tentang usaha menjadi gadis kutilang a.k.a kurus tinggi langsing hahaha
*pemberian nama yang amat sangat garing* *oke maafin Hayati ya bang*
Menjadi
gadis kutilang adalah impian semua wanita. Mengapa saya begitu yakin? Karena di
televisi nasional, banyak iklan tentang pil penurun berat badan, peninggi badan
dan obat-obat sejenis yang menarik perhatian wanita untuk membeli. Di toko online
apalagi. Dipasang testimoni yang
aneh-aneh supaya orang lain percaya. Saya juga mau punya badan langsing, tapi
maaf saya tidak tertipu dengan testimoni palsu anda, ki sana! Jadi, mari kita
abaikan basa-basinya dan langsung ke misi saya untuk menjadi gadis kutilang.
Misi
ini dimulai tepat dua minggu setelah saya berulang tahun ke 21 di akhir Mei,
jadi kurang lebih pertengahan Juni ya. Awalnya di sekitar bulan Maret atau
April, saya lupa persisnya, saya bertemu lagi dengan salah satu teman SMA saya,
sebut saja dia Mawar *terdengar seperti acara investigasi ya?* Sebenarnya, saya
sering bertemu Mawar karena memang ini anak hobby banget nongkrong di teras rumah
saya bersama satu teman lagi yaitu Melati *lama-lama ini posting berubah jadi
kebun bunga*, tapi kali ini saya kaget. Setelah sekian anak ini absen nongkrong
di teras rumah, dia datang bawa bencana yang mengancam berat badan saya. Dia kurus,men!
Dari yang awalnya badannya ga jauh beda sama saya, walaupun tetap lebih besar
saya sih. Saya masih 66 kilogram saat itu dan dia kurang lebih 61-62an lah dan
dia datang dengan berat badan sekitar 55 kilograman. Spontan saya kaget dong! Kok
dia bisa sampai sekurus itu. Dia menceritakan semuanya, dia makan apa, olahraga
apa, pokoknya semuanya lah. Saat itu saya masih fine, cuma santai dengernya dan
ngga terlalu niat mau diet karena waktu itu everything was really fine. Saya baik-baik
saja, punya pacar yang menerima dengan apa adanya, yaitu si Mbep. Bahkan waktu
saya tanyakan ke dia, “Mbep gimana kalo aku diet kaya Mawar? Kan enak punya
badan langsing”, dia jawab dengan entengnya, “Mau ngapain sih diet? Kamu gendut
pun aku tetep sayang. Lagian nanti kalo kamu diet, nanti siapa yang nemenin aku
makan?” #eeeaaa siapa yang ngga meleleh sih dibilang kaya gitu sama pacar
sendiri?
But
few months later, everything wasn’t fine at all. It’s worse. No, worst thing. We
broke up on my birthday eve. Di tanggal 25 Mei, disaat saya sudah tersipu-sipu
membayangkan besok akan diberi surprise oleh pacar yang paling saya sayangi,
dibuatkan kue ulang tahun oleh ibunya pacar, ternyata kenyataannya berbalik 360
derajat. A week after, saya dengar dari salah satu sahabat saya, dia sudah
punya pacar lagi, anak baru lulus SMA. Lebih PUTIH dari saya, lebih KURUS dari
saya. Saya shock , saya galau. Pacarnya sahabat saya sempat bantu saya untuk
getting better, dia saranin saya untuk perbanyak zikir dan sholat sunnah supaya
hati saya jadi lebih baik. Yes it worked, hati saya perlahan getting better
tapi tidak untuk lukanya. Saya tersakiti, saya ngga bisa lepas begitu saja. Saya
obsesif untuk cari tau segala hal tentang pacar barunya si Mbep and end up with
so many tears. Saya goyah dan hancur, sampai kemudian Allah menyelamatkan. Saya
kembali bertemu Mawar, dan dia datang dengan berat badan yang jauh lebih bagus
dari sebelumnya. Kali ini saya menanyakan dengan serius what I have to do to
get that body. Mawar menceritakan detailnya, and I decided to do it. Why? Karena
saya harus mencari pengalihan. Saya ngga bisa terus menerus terpuruk di keadaan
sekarang. Saya harus berubah jadi lebih baik supaya hati saya perlahan sembuh,
dan yang bisa saya mulai saat itu adalah diet. Saya harus mengalihkan semua
tenaga saya untuk kepo kehidupan baru si Mbep dengan menjalani diet. And these
are how I did it based on Mawar’ suggestion then saya kasih penyesuaian sesuai
dengan kondisi kesehatan saya *note: saya punya maag yang cukup akut* :
ü Pertama:
Saya merubah asupan makan saya. Saya ganti nasi putih dengan nasi merah. Saya makan
sayur-sayuran dan lauk pauk serba direbus atau dikukus. Saya menghindari
minyak, so I say goodbye to gorengan.
ü Menu
saya sehari hari: tetap makan tiga kali sehari, dengan porsi nasi merah yang cuma
sekitar 4-5 sendok makan. Tenang, porsi nasi merah akan menyesuaikan dengan
sendirinya kok. Awalnya saya tetap makan nasi dengan porsi kuli, cuma lama
kelamaan saya jadi kenyang hanya dengan makan 4-5 sendok nasi karena alamiahnya
nasi merah memang teksturnya lebih mengenyangkan dibanding nasi putih kok, you
just have to get used to its taste hehe.
ü Lauknya
biasa, ayam, daging, tempe, tahu, ikan bahkan rolade. Yang berbeda Cuma cara
pengolahannya aja. Semua lauk saya rebus atau kukus, ayam direbus lalu dikukus,
tempe, tahu dan rolade dikukus, sayuran
direbus sebentar. Paling berat Cuma ikan, dibakar tanpa garam dan minyak atau
margarine.
ü Saya
juga olahraga. Sit up, latihan lengan dan skipping setiap hari. Ya setiap hari,
tanpa libur. Minggu tetap lanjut.
![]() |
| Ini waktu 20 Mei 2014, awal saya mulai diet. Saya yang pakai kaos putih. |
Dua
minggu pertama, saya ambruk. Saya tidak bisa menahan godaan bakso telor dan
semua makanan kesukaan saya. Saya tetap makan semua makanan berlemak itu karena
tidak sanggup say goodbye. Badan saya sakit sesakit-sakitnya karena tidak
terbiasa olahraga. Things get better di minggu ketiga, saya berhasil melepas
semuanya. Saya makan dan olahraga dengan teratur. And according to Allah’s
plan, tepat sebulan ketika saya menjalani diet, it came Ramadhan so I didn’t
put so much effort in handling my diet karena sudah sewajibnya saya menahan
nafsu makan, bukan? Saya tetap menjalani diet selama bulan puasa dan berhasil
turun 6 kilogram, yeaaay!
Saya
berlebaran dengan berat badan 60
kilogram dan merasa jauh lebih enteng, physically and mentally than before.
![]() |
| Saya yang paling pinggir, pakai kaos putih. Bukan yang pegan kamera loh ya hehe itu masih 60 kg |
Tapi
perjalanan diet saya tidak semulus itu. 11 Agustus, dua minggu setelah Hari
Raya, saya harus tinggal di luar kota untuk program KKN dari kampus. Saya
memutuskan untuk pending diet karena saya merasa tidak enak dengan teman-teman
baru di KKN. Saya makan lagi dengan brutal dan gila-gilaan sampai akhir masa
KKN di tanggal 27 September, dan hasilnya saya naik lagi 2 kilogram huhuhu L Saya pulang dengan
berat badan 62 kilogram dan hati yang jauh lebih hancur dari sebelumnya.
Finally, awal Oktober saya mulai lagi dengan menu diet yang sama tapi saya
sudah upgrade. Dan ini perubahannya:
ü Saya
tetap makan nasi merah dan rebusan.
ü Saya
hapus nasi dari daftar sarapan saya. Pagi hari saya Cuma makan satu buah,
contohnya satu buah mangga atau alpukat saja, atau sayuran saja, contohnya
rebusan kol dan kacang panjang, atau satu buah mentimun saja. Siang dan malam
saya tetap makan nasi dan rebusan.
ü Saya
upgrade olahraga saya, saya mulai start lari pagi di pertengahan November since
I didn’t see any change from my body. Saya tambah latihan perut dari hanya sit
up saja menjadi squat-squat lain yang saya ambil referensinya dari
Pinterest.com
Kabar
baik datang di akhir November, berat badan saya menyentuh angka 59 kilogram.
Bukan Cuma itu aja, bentuk badan saya juga berubah lebih langsing dari
sebelumnya. Wajah juga lebih tirus, dan ukuran celana turun jadi 29 yeaaaaay
![]() |
| Ini foto waktu 28 Desember kemarin, seminggu setelah foto baru timbang ternyata udah 55 kilogram :) |
Sampai
saya menulis postingan ini, berat badan saya sudah 55 kilogram dan masih ada 5
kilogram lagi untuk sampai di 50 kilogram. Itu artinya saya mesti berusaha
lebih keras lagi jauh dari sebelumnya. Apalagi sekarang musim hujan kan? L But so far, I feel glad
to fit in my sister’s clothes. Sekarang saya sudah bisa pakai kaos-kaos dan
celana adik saya yang longgar longgar buat dia *note: adik saya berat badannya
48 kilogram*. Sejauh ini saya puas kok. Saya puas menikmati hasil yang saya
usahakan sendiri, saya puas bisa pakai baju-baju kecil yang dulu saya
idam-idamkan. Saya juga puas sudah bisa upload foto-foto perubahan badan saya
ke social media dan dapat banyak pujian dari keluarga dan teman-teman *bukan
maksud pamer kok J*.
Dan itu jadi kebahagiaan tersendiri sih, setidaknya dalam hidup saya saya
pernah dengan amat sangat memperjuangkan sesuatu dan berhasil.
Mungkin
ini jadi posting terpanjang sejauh ini ya? Hahaha Satu hal yang saya ambil dari
obsesi baru saya bahwa semua perempuan gemuk pasti akan diet ketika mereka
MERASA BUTUH. Bohong kalau kalian tidak merasa ingin langsing seperti
model-model di TV, kalian deny karena kalian tidak tahan dengan sakitnya
olahraga dan tersiksanya menahan lapar. But as soon after you NEED IT, YOU WILL
DO IT. Kalian akan browsing how to do it and buy everything to make the
progress faster. Tapi percaya deh, yang menentukan hasil diet kalian itu usaha
kalian sendiri, tanpa pil bantuan ataupun susu penurun berat badan. Yang
membuat kalian berhasil adalah pola makan sehat dan olahraga. Googling deh Tya
Subiakto, dia butuh waktu lebih dari setahun untuk bisa selangsing itu, atau
@chawrelia di twitter yang susah payah fitness demi mendapat berat badan ideal.
Saya tidak bilang big isn’t beautiful loh ya, itu tergantung sudut pandang
masing-masing. Yang berusaha saya lakukan saat ini adalah menjalani pola hidup
sehat. Sebelum saya olah raga, target saya yaitu melangsingkan badan. Setelah
saya berolahraga, saya jadi merasa bahwa ketika tubuh kita sehat, dia akan
dengan sendirinya berubah ke bentuk badan yang ideal.
So
thanks for reading, semoga kalian mendapatkan nilai-nilai yang baik dari
postingan saya. Kalau ada hal-hal buruk, biarlah itu jadi bagian sial saya dan
bagian baik kalian untuk tidak mencontohnya ya ;) Sampai bertemu di 50
kilogram. Salam.
Dari El yang masih
berperang dengan lemak-lemaknya sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar