Selamat pagi, Kamu. Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak kah? Aku tahu pasti kamu tidur larut lagi. Semalam itu malam jumat, bukan? Kamu yang biasanya ikut pengajian, baru akan sampai rumah pukul sebelas. Tidak langsung tidur melainkan bermain PS dengan temanmu. Tidak pernah merasa lelah padahal kau capek dengan pekerjaanmu.
Selamat pagi, Kamu. Aku yakin kamu sudah bangun, sudah shalat Subuh, sudah sarapan dan sudah siap berangkat bekerja bukan? Aku masih hapal kebiasaanmu. Kamu selalu bangun tepat pukul 4 pagi, bersiap-siap dan langsung berangkat bekerja tepat pukul 5 pagi. Hebat, ya? Hebat untuk kebiasaanmu, dan juga untuk ingatanku.
Selamat pagi, Kamu. Saat ini aku baru bangun tidur. Tidak langsung sholat Subuh, tidak langsung sarapan, tidak juga bergegas mandi. Aku masih terbaring, mengecek handphone-ku kalau-kalau ada pesan darimu. Aku sangat siaga untuk langsung membalas ucapan selamat pagimu. Tidak seperti dahulu, aku selalu membiarkanmu menunggu balasan untuk waktu yang lama.
Selamat pagi, Kamu. Jarum jam dinding di kamarku sudah berada di angka 7.15. Sudah waktunya kamu masuk kerja, bukan? Aku pun sudah cantik, sudah mandi, sudah sarapan dan sudah stand-by dengan handphone di genggamanku. Kamu sudah ada di kantor, sedang bersiap-siap untuk mulai bekerja, memegang handphone di genggamanmu. Mengabari entah siapa. Yang jelas bukan aku. Custom ringtoneku tidak berbunyi seperti yang kumau.
P.S: That's what my day pass. I don't think I could do this everyday.
Baru mampir udah suka sama tulisannya :)
BalasHapusHallo Fikri, makasi ya udah mampir hehehe Salam kenal yaa :)
BalasHapusMengharukan
BalasHapus